Diduga Dipalak, Sopir Batubara di Batanghari Jadi Korban Pengeroyokan
BATANGHARI – Seorang sopir angkutan batubara bernama Riyan Lendra menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh sekelompok orang di wilayah Desa Kilangan, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Satreskrim Polres Batanghari dan tercatat dalam Surat Tanda Bukti Penerimaan Pengaduan (STBPP) Nomor: STBPP/71/III/2026/Sat Reskrim Batanghari.
Berdasarkan keterangan pelapor, kejadian bermula saat dirinya berangkat dari Desa Jebak membawa muatan batubara menuju PT IPI Bayung Lincir untuk dibongkar. Dalam perjalanan, tepatnya di Jalan Lintas Desa Kilangan – Bajubang, ia dihentikan oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor.
Kedua orang tersebut kemudian meminta uang sebesar Rp20 ribu kepada korban. Namun karena tidak memiliki uang sesuai permintaan, korban hanya memberikan Rp6 ribu. Pemberian tersebut ditolak oleh kedua orang tersebut yang kemudian memukul kaca spion mobil korban hingga pecah.
Korban kemudian menghubungi rekannya sesama sopir batubara yang berada di depan rombongan. Tidak lama kemudian kedua pelaku sempat melarikan diri meninggalkan sepeda motor di lokasi.
Namun sekitar 300 meter setelah korban melanjutkan perjalanan, kedua pelaku kembali menghadang korban bersama sekitar 12 orang lainnya. Mereka kemudian melakukan pengeroyokan dengan memukul kaca depan mobil hingga pecah serta memukul korban menggunakan kayu.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar di bagian lengan kanan serta terkena pecahan kaca di bagian dada. Selain itu, kendaraan korban juga mengalami kerusakan.
Merasa dirugikan atas kejadian tersebut, korban akhirnya melaporkan peristiwa itu ke Polres Batanghari untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. (*)
