Jumat, 10 Mei 2024

Pertamina EP Jambi Field Dukung Program Pengembangan Batik Lapas Perempuan kelas IIB Jambi


Viraljambi.comJAMBI- Pertamina EP (PEP) Jambi Field Regional Sumatera Subholding Upstream Pertamina melakukan kerja sama dengan Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi, melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSL) yang fokus pada pengembangan batik bagi para narapidana di Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi.


Kali ini PEP Jambi Field memberikan bantuan berupa paket perlengkapan kebutuhan membatik untuk program Pengembangan Batik kepada Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi. Diantaranya Bahan Baku Batik berupa pewarnaan indigosol, remazol, kimia batik dan pewarna alam. Selain itu, bantuan peralatan batik berupa wajan, kompor batik, canting, gawangan, dan kain juga disediakan dalam bantuan tersebut. Selain dari Bahan Baku, diberikan alat Cap Batik dengan 5 jenis motif yang telah dibuatkan beserta 1 paket Meja Cap, loyang dan kompor yang siap digunakan untuk proses membatik.  


bantuan diserahkan oleh Officer Communication Relations & CID Zona 1, Afrianto, kepada Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi, Susi Andriany Pohan, di Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi, Selasa (30/04).


Melalui sinergi yang telah berjalan selama 4 tahun ini, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi, Susi Andriany Pohan, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Pertamina. “kami ucapkan terima kasih kepada Pertamina EP Jambi Field yang selama ini telah mendukung dalam berbagai hal di lapas. Kerja sama ini perlu kita tingkatkan lagi agar kualitas batik memiliki nilai jual tinggi di pasar. Semoga Kerja sama ini tetap terus berjalan dan kedepannya mampu memberikan dampak luas bagi Warga Binaan Pemasayarakatan dan lapas,” ujar Susi. 


Officer Communication Relations & CID Zona 1, Afrianto, mengatakan, “kerja sama dalam hal pendampingan yang telah berlangsung selama ini, semoga mampu memberikan nilai positif bagi Warga Binaan Pemasayarakatan. harapannya ketika masa tahanannya selesai, mereka memiliki kemampuan dan keterampilan yang dapat dikembangkan dikemudian hari, serta mampu bertahan dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, dan kita juga memikirkan keberlanjutan program pemasaran dari pendampingan tersebut,” tutur Afrianto. (*)